Panduan Liburan Murah ke Beauvais Prancis: Info Tiket, Kuliner, Tempat Sholat, hingga Spot Nongkrong

Spot foto di Danau Plan d'Eau du Canada
Spot foto di Danau Plan d'Eau du Canada



Bonjour! Siapkan kopi dan camilanmu, karena saya bakal membawa kamu jalan-jalan virtual lewat pengalaman pribadi saya terdampar—eh, maksudnya berwisata—di Beauvais, Prancis. Kota kecil di utara Paris yang seringnya cuma dilewati orang gara-gara bandara budget-nya, padahal aslinya punya sejuta pesona yang bikin dompet dan hati sama-sama tersenyum.

Siap? Yuk, kita mulai part pertama dari petualangan saya!

1. Pertama Kali Menginjakkan Kaki: Akses Jalanan dan Transportasi yang Ramah Kantong

Saya ingat betul waktu pertama kali mendarat di Bandara Paris-Beauvais (BVA). Pikiran saya langsung melayang, "Oke, saya di Prancis, tapi kok sepi ya?" Tenang, ini bukan Paris yang padat, ini Beauvais!

Harga Transportasi & Tiket

Biar kamu enggak planga-plongo seperti saya dulu, berikut adalah modal ongkos yang harus saya keluarkan untuk operasional di sini:

  • Bus Bandara ke Pusat Kota Beauvais (Corolis Line 6): Cuma sekitar €1. Murah banget sampai saya mikir ini salah pasang harga atau gimana.

  • Shuttle Bus Resmi ke Paris (Porte Maillot): Kalau kamu cuma transit dan mau langsung ke Paris, harganya sekitar €17,90 kalau beli online, dan naik jadi €18 kalau beli langsung di tempat.

  • Kereta TER (ke Paris Gare du Nord): Dari stasiun Beauvais, tiketnya berkisar antara €12 sampai €18 tergantung seberapa cepat kamu memesannya.

Akses Jalanan

Akses jalanan di pusat kota Beauvais ini sangat walkable alias enak banget buat jalan kaki. Trotoarnya lebar, bersih, dan jarang ada motor nyelip sembarangan kayak di tanah air. Kalau kamu bawa koper beroda besar, permukaannya sebagian besar sudah aspal halus dan jalanan batu khas Eropa kuno (cobblestone) yang ramah untuk diseret—walau bunyinya bakal klotak-klotak mengundang perhatian warga lokal.

2. Mengintip Kemegahan yang Gratisan: Katedral Raksasa yang Bikin Leher Pegal

Sebagai turis bermodal pas-pasan tapi selera bintang lima, destinasi pertama saya jelas Cathédrale Saint-Pierre de Beauvais. Ini adalah katedral dengan bangunan choir Gothic tertinggi di dunia! Begitu saya berdiri di bawahnya, saya langsung merasa seperti semut. Tinggi banget!

+-------------------------------------------------------------+
|               CATHÉDRALE SAINT-PIERRE DE BEAUVAIS           |
+-------------------------------------------------------------+
| Spesifikasi   | Katedral Gothic dengan choir tertinggi      |
| Harga Masuk   | GRATIS TIS TIS! (Favorit saya banget)       |
| Jam Buka      | Biasanya 10:00 - 12:15 & 14:00 - 17:15      |
| Catatan       | Ada jam astronomi kuno di dalam yang keren  |
+-------------------------------------------------------------+

Saya sempat masuk ke dalam dan melihat jam astronomis abad ke-19 yang punya 52 dial. Rumit banget, mirip kayak isi pikiran perempuan kalau ditanya "Mau makan di mana?". Yang paling penting, masuk ke sini gratis, jadi aman untuk menyelamatkan anggaran perjalanan saya.

3. Tempat Istirahat Murah: Tempat Rebahan Anti-Bangkrut

Setelah lelah jalan kaki dan leher pegal karena mendongak melihat katedral, saatnya saya cari tempat rebahan. Di Beauvais, jangan harap nemu hotel mewah berbintang tujuh yang kasurnya bisa memijat punggung. Tapi kalau cari yang murah dan bersih, saya punya rekomendasinya.

Saya memilih menginap di hotel budget sejenis Première Classe Beauvais atau Ibis Budget. Tarifnya per malam sekitar €45 - €60. Kamarnya minimalis banget—bahkan saking minimalisnya, kalau saya buka koper di lantai, ruang gerak saya langsung terbatas. Tapi hey, ada kasur empuk, selimut hangat, dan kamar mandi dalam yang air panasnya mengalir lancar. Bagi saya yang penting bisa tidur tanpa perlu takut dompet menangis di pojokan.

saya juga ke https://www.kawan.eu.org/2026/05/itinerary-romantis-savoie-tempat.html

4. Perut Keroncongan: Makanan Tradisional dan Harganya

Jalan-jalan di Prancis tanpa makan itu bagaikan sayur tanpa garam. Kurang afdal. Di Beauvais, saya langsung berburu makanan khas daerah Picardy (wilayah utara Prancis).

  • Flamiche aux Poireaux: Ini sejenis tart atau quiche yang isinya daun bawang, krim, dan keju melimpah. Rasanya gurih, lumer di mulut, dan hangat. Saya beli satu porsi besar di toko roti (boulangerie) lokal seharga €4 - €6.

  • Gâteau Battu: Kue tradisional berbentuk silinder tinggi yang kaya akan kuning telur dan mentega. Rasanya manis lembut. Cocok banget dicelup ke kopi hitam hangat. Satu kue utuh harganya sekitar €5 - €8.

Saat saya makan Flamiche di taman, ada merpati lokal yang menatap saya dengan pandangan intimidatif. Akhirnya, dengan berat hati, saya bagi sedikit pinggiran kue saya ke mereka demi keselamatan jiwa saya.

perjalanan saya mengitari sudut-sudut unik di Beauvais. Ambil posisi rebahan terbaikmu, karena kali ini saya bakal cerita soal urusan perut, belanjaan murah, sampai tempat nongkrongnya anak hits lokal!

5. Berburu Bahan Pangan: Pasar Tradisional dan Harganya

Salah satu ritual wajib saya kalau ke kota baru adalah pergi ke pasar lokalnya. Di Beauvais, saya menyempatkan diri datang ke Marché de Beauvais yang diadakan di Place Jeanne Hachette (alun-alun utama). Suasananya ramai sekali, penuh dengan ibu-ibu Prancis yang modis membawa keranjang belanjaan anyaman, bertolak belakang dengan saya yang cuma modal kantong kresek sisa belanja kemarin.

  • Jadwal: Biasanya buka setiap hari Rabu dan Sabtu pagi (sekitar jam 08:00 - 13:00).

  • Harga Barang: Di sini saya bisa mendapatkan buah apel lokal yang manis seharga €2 - €3 per kilo, keju brie atau camembert segar seharga €3 - €5 per blok (jauh lebih murah dan enak dibanding beli di supermarket besar), serta roti baguette segar yang masih hangat seharga €1,10 saja!

Saya sempat sok tahu menawar harga buah menggunakan bahasa Prancis yang belepotan. Penjualnya cuma tersenyum ramah (mungkin kasihan melihat aksen saya yang lebih mirip orang kumur-kumur) lalu malah memberi saya bonus satu buah pir gratis. Score!

6. Sisi Spiritual: Tempat Sholat bagi Musafir

Sebagai traveler muslim, urusan ibadah jelas enggak boleh kelewat. Awalnya saya sempat bingung cari tempat sholat di kota sekecil ini. Untungnya, komunitas muslim di Beauvais cukup aktif.

Saya menemukan Mosquée de Beauvais (Association Bilal) yang terletak sedikit di luar pusat kota lama, tepatnya di kawasan pemukiman.

  • Fasilitas: Tempat wudhunya bersih, karpetnya nyaman, dan suasananya sangat tenang.

  • Pengalaman: Waktu saya ke sana untuk sholat Dzuhur, jamaah lokal menyambut saya dengan jabat tangan hangat dan ucapan "Salam Alaykum" yang ramah banget. Berada di dalam masjid ini rasanya seperti menemukan oase ketenangan di tengah dinginnya angin utara Prancis.

7. Belanja Pakaian Murah: Tampil Modis Tanpa Jual Ginjal

Prancis memang kiblatnya fashion, tapi kalau kantong saya cuma berisi recehan, jangan harap bisa melipir ke butik desainer ternama. Strategi saya? Cari toko clearance atau toko baju murah sejuta umat di Eropa.

Di pusat kota atau dekat area komersial, saya langsung menuju toko seperti Kiabi atau La Halle.

  • Harga Pakaian: Saya berhasil mendapatkan kaos basic seharga €5 - €8, celana jins seharga €15, dan jaket hangat (sweater) tipis seharga €12.

  • Kalau mau yang lebih menantang dan murah lagi, saya berburu ke toko loak/secondhand bernama Emmaüs. Di sana, kalau beruntung, kamu bisa dapat mantel musim dingin tebal bermerek dengan harga cuma €10! Saya bahkan sempat tergoda beli topi baret khas Prancis seharga €2 biar kelihatan totalitas jadi turis.

8. Tempat Anak Gaul Lokal & Tempat Ramah Perokok

Setelah berganti pakaian dengan baju baru hasil buruan murah tadi, saya memutuskan untuk mencari tempat nongkrong biar kelihatan seperti "anak gaul" Beauvais.

Tempat Anak Gaul & Harganya

Anak muda di sini biasanya berkumpul di kafe-kafe atau pub di sekitar Place Jeanne Hachette pada sore menjelang malam. Salah satu tempat yang saya singgahi adalah pub lokal yang santai.

  • Harga Nongkrong: Harga secangkir kopi (café) berkisar antara €2 - €3, sedangkan kalau malam hari dan kamu memesan segelas minuman ringan atau bir lokal, harganya sekitar €4 - €7. Di sini anak muda lokal biasa duduk berjam-jam cuma buat ngobrol atau main board game.

Tempat untuk Ramah Perokok

Prancis itu surganya perokok, jadi kamu enggak perlu bingung. Di Beauvais, hampir semua kafe dan pub yang punya terasa terbuka (terrace/outdoor seating) adalah zona bebas merokok. Saya melihat hampir di setiap meja luar ruangan disediakan asbak kecil. Jadi, selama kamu duduk di area luar ruangan sambil menikmati angin sepoi-sepoi, kamu aman untuk menyalakan rokok tanpa perlu takut didenda atau dipelototi orang.


9. Pesona Alam yang Ditawarkan: Hijau, Tenang, dan Bebas Polusi

Jujur saja, setelah beberapa hari dikelilingi bangunan batu, saya rindu dengan aroma rumput basah. Untungnya, Beauvais punya Plan d'Eau du Canada. Ini adalah sebuah danau buatan raksasa yang dikelilingi oleh hutan muda seluas puluhan hektare.

Saat saya ke sana, pemandangannya luar biasa cantik. Air danau yang jernih memantulkan langit biru, dikelilingi jalur pejalan kaki yang sangat rapi. Anginnya bertiup sepoi-sepoi cenderung bikin menggigil kalau kamu cuma pakai kaos oblong. Di sini, alam menawarkan ketenangan batin yang 100% gratis! Saya menghabiskan waktu berjam-jam cuma duduk di tepian danau sambil merenungi nasib dan menikmati hidup.

10. Mancing Mania Mantap: Pengalaman Mancing Ikan di Sana

Nah, di Plan d'Eau du Canada ini juga area populer buat yang hobi memancing ikan (pêche). Saya sempat melihat beberapa bapak-bapak lokal duduk mager di kursi lipat dengan joran pancing yang panjangnya mirip tiang jemuran.

  • Aturan & Harga: Di Prancis, kamu enggak bisa asal lempar kail begitu saja ke danau. Saya sempat bertanya (lewat bantuan aplikasi penerjemah pastinya) dan mereka menjelaskan kalau kita wajib punya kartu izin memancing (Carte de Pêche). Untuk turis, ada kartu harian (carte journalière) yang harganya sekitar €10 - €15.

  • Jenis Ikan: Konon di danau ini banyak ikan jenis Carpe (karper/mas) ukuran jumbo dan Brochet (pike). Tapi berhubung saya tidak bawa peralatan dan modal sabar saya tipis, saya cuma jadi penonton setia sambil sesekali bersorak heboh sendiri saat umpan mereka disambar ikan.

11. Bawa Piaraan: Aturan untuk Si Anabul (Hewan Peliharaan)

Selama jalan-jalan di sekitar danau dan taman kota, saya sadar kalau orang Prancis itu sayang banget sama hewan peliharaan mereka, terutama anjing. Hampir semua orang membawa anjing mereka jalan-jalan.

Kalau kamu berniat membawa piaraanmu liburan ke Beauvais, aturannya cukup ketat tapi ramah:

  • Hewan wajib punya Pet Passport Uni Eropa atau sertifikat kesehatan resmi internasional dan sudah divaksin rabies.

  • Di tempat umum seperti taman atau jalanan kota, anjing wajib diikat dengan tali (leash).

  • Wajib hukumnya mengantongi plastik untuk memungut kotoran piaraanmu. Kalau kamu pura-pura buta dan meninggalkan kotoran piaraan di trotoar, siap-siap saja kena denda yang lumayan menguras dompet dari polisi lokal, belum lagi tatapan sinis dari warga yang lewat.

12. Orang Sekitar: Dingin di Luar, Hangat di Dalam

Terakhir, mari kita bicara soal warga lokal (Beauvaisiens). Ada stereotip kalau orang Prancis itu sombong dan ogah pakai bahasa Inggris. Awalnya saya sempat ketakutan setengah mati saat mau bertanya arah jalan.

Tapi ternyata, orang-orang di Beauvais ini lumayan ramah, asalkan kamu tahu kuncinya! Kuncinya adalah sopan santun dasar. Sebelum bertanya apa pun, saya selalu memulai dengan senyuman lebar dan mengucapkan: "Bonjour!" (Selamat pagi/siang) atau "Bonsoir!" (Selamat malam).

Begitu kita menyapa dengan sopan, wajah mereka yang tadinya datar kayak tripleks langsung berubah jadi super ramah. Meskipun kemampuan bahasa Inggris mereka terbatas—dan bahasa Prancis saya mengenaskan—mereka tetap berusaha membantu saya sampai paham, bahkan dengan bahasa isyarat yang heboh.

Kesimpulan Perjalanan Saya:

Beauvais mungkin bukan Paris dengan Menara Eiffel-nya yang megah. Tapi kota ini punya jiwanya sendiri: katedral yang luar biasa, alam yang tenang, makanan yang lezat, dan biaya hidup yang jauh lebih murah. Bagi saya, terdampar di kota ini adalah salah satu ketidaksengajaan terbaik dalam hidup saya!